twitter

Sebelum menentukan pilihan lagu yang akan digunakan, guru perlu melakukan beberapa pertimbangan:
Pertama, lagu sudah dikenal atau disukai siswa. Ini dapat diketahui dengan cara, misalnya guru bertanya langsung pada siswa tentang lagu-lagu yang disukai atau kelompok musik mana yang mereka kenal, dan seterusnya. Kedua, lagu harus berisi materi yang akan diajarkan, baik keterampilan bahasa maupun unsur bahasanya.
Ketiga, lagu harus memiliki sifat dan karakter yang mengandung pencapaian tujuan pembelajaran. Ini penting mengingat metode belajar dan pembelajaran lagu lebih merupakan strategi pembelajaran, bukan tujuan pembelajaran. Kesalahan dalam memilih hal itu dapat mengganggu pencapaian tujuan pembelajaran.
Keempat, lagu harus memiliki tingkat kesulitan yang sesuai dengan kemampuan siswa. Kesalahan pemilihan lagu dapat berakibat pada tidak efektifnya proses belajar. Karena itu, dipilih lagu yang teksnya ringan dan tidak terlalu panjang.
Kelima, lagu harus berisi pesan atau nilai yang sesuai dengan tingkat usia dan kematangan siswa. Kesalahan pemilihan lagu akan berakibat pada pembentukan kepribadian yang salah.


Jenis kegiatan
Setelah menentukan lagu yang akan digunakan, guru bisa menentukan keterampilan berbahasa dan unsur bahasa apa yang akan dikembangkan. Langkah ini penting karena berkaitan dengan jenis kegiatan atau pendekatan yang akan digunakan guru dalam proses belajar mengajar. Beberapa contoh jenis kegiatan atau pendekatan yang dapat digunakan:
Pertama, drills, bertujuan mendorong accuracy setelah siswa memahami arti kata frase atau kalimat yang ada dalam lagu lalu dilatihkan. Drill di sini berupa oral drill, misalnya siswa mengalami kesulitan dengan bunyi ei dan e. Mereka tidak dapat membedakan kata pain dan pen atau fail dan felt. Jika demikian, kegiatan pembelajaran berikut dapat dilakukan melalui listening practice atau repetition drill. Listening practice, yaitu membandingkan kata-kata dalam lagu bila diucapkan kedengarannya serupa. Sedangkan repetition drill yaitu guru membacakan kata-kata tertentu dalam lagu dan siswa mengucapkan kata-kata tersebut.
Kedua, communication practice exercise, bertujuan mengembangkan kelancaran (fluency). Prinsip yang mendasari kegiatan ini adalah siswa akan belajar cara berkomunikasi melalui kegiatan berkomunikasi dengan menggunakan unsur bahasa yang ada dalam lagu. Aktivitas ini memberikan kesempatan lebih banyak bagi siswa untuk berkomunikasi setelah mereka mendengarkan lagu. Ketika melakukan aktivitas ini siswa cenderung membuat banyak kesalahan. Namun itu tidak perlu dirisaukan. Yang penting anak didik memperoleh kompetensi dan kepercayaan diri untuk menggunakan bahasa dengan bebas. Bila ingin membetulkan kesalahan, guru hendaknya melakukannya secara bijaksana agar siswa tetap tinggi motivasi belajarnya.
Ketiga, gap filling activity, yaitu anak diminta mengisi atau melengkapi kata-kata atau frase penting dalam lagu yang sengaja dihilangkan oleh guru. Kata-kata atau frase tersebut biasanya merupakan istilah-istilah penting yang harus dikuasai oleh siswa.


Contoh: Listen to the song, then complete the missing words! I …………………… a dream
A song to ………..
To ……………. me cope
With ………………., dan seterusnya.


a. Guru mengulang beberapa kali pemutaran lagu melalui tape recorder dan siswa melengkapi kata-kata atau frase yang hilang. b. Siswa dan guru mengecek bersama-sama dan menulisnya di papan tulis.
Keempat, recording words, yaitu siswa diminta menyusun kata-kata dari teks sebuah lagu yang diacak guru setelah mereka mendengarkan lagu yang diperdengarkan melalui tape recorder. Contoh: Rearrange the jumbled words into a good song by listening to the cassette!
a / dream / have / I
to / a / song / sing
me / help / cope / to / anything / with, dan seterusnya.
Pelaksanaan pembelajaran
Selanjutnya, dalam implementasi proses belajar mengajar dengan lagu populer, guru juga hendaknya melakukan hal-hal berikut: 1. Jelaskan keterampilan bahasa apa yang dipelajari kepada siswa. 2. Berikan latihan keterampilan dasar kepada siswa dan diskusikan konsep bahasa yang akan dipelajari.
3. Mengulang kembali pelajaran sebelumnya yang diperlukan sebagai prasyarat untuk mempelajari unsur atau keterampilan bahasa yang diajarkan.
4. Atur kondisi untuk mempelajari unsur atau keterampilan berbahasa yang mengarah kepada kemampuan berkomunikasi.
5. Lakukan latihan tambahan yang disertai evaluasi kegiatan secara cepat dan umpan baliknya kepada siswa untuk peningkatan atau perbaikan.
6. Dalam mempelajari keterampilan berbahasa yang kompleks, guru perlu meminta siswa mengingat konsep bahasa yang telah dikuasainya.
7. Latihan mengunakan bahasa dalam berkomunikasi sebaiknya diberikan dalam kondisi sedekat mungkin dengan pelaksanaan keterampilan dalam situasi sesungguhnya.
Konsep ini dapat di adopsi untuk pembelajaran di kelas ataupun outbond. sedangkan untuk proses pembelajaran mandiri siswa dapat menggunakan lagu yang disukai

belajar bahasa inggris disini

Artikel Terkait



| 0 comments | Labels:

0 comments:

Poskan Komentar